Takut

Dan ketika ketakutan itu mulai datang. Terlambat kusadari bahwa aku hanya sendirian.Semua bualan manis tentang kebersamaan, kesamaan, keberanian kini tak lagi mampu menembus telinga. Hanya rasa takut tiba- tiba muncul menerobos lubang hati. Rasa takut itu kini mulai menjalar seperti virus menggerogoti tubuh. Dia semakin dekat. Terus bergerak menuju sisa hati di atas lambung. Bagian terakhir dari keberanian, harga diri, dan kemanusiaan dari tubuh ini. Secuil keberhargaan di sela kehancuran.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar