Aku menutup mata dan menghela napas
Menyerah pada ekspresi emosi berupa air mata
Entah berapa banyak tisu yang kuhabiskan
Entah berapa lama waktu yang kusiakan
Aku tidak peduli
Di sini hanya ada aku dan kenanganku
Kenanganku tentang kamu
Kamu yang lucu
Kamu yang jahil
Kamu yang tersenyum
Kamu yang melindungiku
Kamu yang telah Tuhan rebut dariku
Lagi- lagi aliran air asin terpompa dari kelenjar air mataku
Rasa lengket di wajah tak bisa kurasakan lagi
Aku tidak peduli semua rasa tidak nyaman itu
Yang aku butuhkan cuma kamu
Aku tidak butuh barang mewah
Aku tidak butuh tubuh semu ini
Aku tidak butuh Tuhan
Aku hanya butuh Kamu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar